Return to site

Asal Usul Makanan Peranakan di Indonesia

Makanan untuk Sembahyang

Bahkan "makanan doa" yang disiapkan untuk leluhur pada hari-hari tertentu bervariasi dari satu daerah ke daerah lain, dan dari satu keluarga ke keluarga lainnya. Bacang Khas Jawa Tengah dibuat dari beras ketan. Isian dagingnya sangat manis karena banyak menggunakan kecap manis. Bacang Jawa Barat biasanya dibuat dari beras. Kadang-kadang diisi dengan dua atau tiga buah telur. Bahkan ada daging dan oncom! Rasanya sangat enak! Cocok untuk mereka yang ingin menurunkan kadar kolesterolnya.

Bacang, yang kerap ada di catering murah, dibungkus dengan daun bambu, Namun benang sari Sumatera Barat dibungkus dengan daun pandan berukuran besar. Bahannya beras ketan, isinya tidak semanis bumbu jawa.

Bacang asli dibuat pada saat liburan Pecun (dari bahasa Hokkien: pe = dayung, cun = perahu). Selama hari raya ini (menurut penanggalan Tionghoa, hari libur ini selalu pada hari kelima bulan kelima), orang membuat kue beras sambil mengikuti lomba perahu naga. Apa hubungan ras bacang dan perahu naga? Konon hari raya ini lahir dari simpati orang Tionghoa terhadap Dinasti Zhou, ia adalah seorang menteri negara yang sangat setia kepada Qu Yuan (hidup sekitar abad ke-3 SM). Menteri itu mengorbankan hidupnya di sungai untuk negaranya. Orang-orang pun berusaha menemukan mayatnya di sungai. Kemudian mereka mencoba membuang makanan ke sungai. Pakannya ditumbuhi daun kasar (daun bambu) berupa ketan agar ikan tidak memakannya. Oleh karena itu, seiring berjalannya waktu, tradisi secara terhadap berkembang menjadi perlombaan perahu naga dan bambu! Bakang empat sudut yang kita tahu adalah versi Fujian. Konghu dan Hakka seperti bantal.

Kalau begitu, buang juga kue kaleng, yaitu ketan, tambahkan air abu-abu, lalu bungkus seperti potongan kecil dan rebus. Kaleng kue dimakan dengan sirup putih. Tapi sebagian orang memakannya dengan sirup gula merah dan kelapa parut! Bacang kini bisa ditemukan kapan saja, tidak hanya di acara Pecun, meskipun kue kaleng sulit ditemukan kecuali Pecun.

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly